Saat ini, perusahaan teknologi besar bersaing ketat dalam memanfaatkan kecerdasan buatan dalam berbagai aplikasi mereka. Selain Google, Amazon juga mengumumkan investasi dalam Anthropic sebesar hingga 4 miliar dolar AS (Rp 63 triliun) beberapa waktu lalu sebagai bagian dari strategi mereka untuk bersaing di ranah kecerdasan buatan dan teknologi cloud.

Anthropic dipandang sebagai salah satu saingan terbesar OpenAI, di belakang ChatGPT yang sangat populer dan menggemparkan dunia pada tahun lalu meninggalkan Google Bard dalam posisi terpuruk.

Dikutio dari Detik.com, waktu kurang dari tiga tahun, perusahaan barunya telah berkembang dan bernilai lebih dari USD5 miliar. CEO dan salah satu pendiri Anthropic, Dario Amodei awal pekan ini mengatakan bahwa AI memiliki peluang 10 hingga 25 persen untuk menghancurkan umat manusia.

Baca Juga: Prabowo dan Gibran Kompak ke RSPAD, Hasil Kolektif Pemeriksaan Kesehatan Diserahkan ke KPU Besok

Amodei sebelumnya adalah wakil presiden penelitian OpenAI sebelum terjun untuk membangun AI-nya sendiri untuk menghadapi ChatGPT.