"Kita ketahui bersama bahwa wilayah Kolut sangat rawan terjadi bencana, baik bencana metereologi yakni banjir bandang dan kebakaran hutan yang dipicu kondisi cuaca dan iklim ekstrim maupun bencana geologi berupa gempa bumi, termasuk di dalamnya bencana non alam seperti pandemi COVID-19," kata Bupati Kolut.

Baca juga: Besok Apriyani Pulang Kampung, Ini Agendanya Selama di Konawe dan Kendari

Olehnya itu, kata dia, upaya pencegahan mitigasi dan kesiapsiagaan harus terus dilakukan dengan langkah-langkah mengenali ancaman bencana yang ada disekitar kita, kurangi resiko bencana sesuai kemampuan, tentukan tempat aman disekitar kita, dan mengajak seluruh keluarga untuk melakukan evakuasi mandiri ketempat yang aman ketika terjadi bencana.

"Keempat item ini perlu dipahami dan disosialisasikan kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kolaka Utara," jelasnya.

Lebih lanjut, Nur Rahman juga menuturkan, simulasi dan gelar peralatan dalam bingkai Gema Destana sangat penting dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana yang kapan saja dan di mana saja bisa terjadi.