"Hal ini sesuai dengan arahan bapak Presiden dalam Rakornas penanggulangan bencana tahun 2021 di Istana Negara yang menginginkan setiap daerah rawan bencana, agar melakukan simulasi bencana secara rutin," bebernya.
Ia juga mengimbau, agar penanganan bencana dan kegiatan mitigasi fisik struktural dan non fisik sistem peringatan dini kesiapsiagaan untuk tanggap darurat dan segala upaya pengurangan resiko melalui intervensi pembangunan dan program pemulihan, baik yang bersifat struktural fisik maupun non struktural harus dikoordinasikan dan terintegrasi dengan baik.
"Sehingga berbagai masalah yang diakibatkan oleh bencana dapat teratasi dengan cepat dan tepat," tukasnya.
Politisi Partai Demokrat ini berharap, kegiatan gelar peralatan dan simulasi bencana tersebut dapat menambah pengetahuan dan wawasan peserta dalam penanganan tanggap darurat.
Baca juga: Pasca Gempa, Warga Sulteng Tertimpa Bangunan
