"Dan saya juga berharap setelah kembali ke tempat masing-masing para peserta kegiatan ini dapat menjadi motivator dan fasilitator untuk meminimalisir dampak kejadian bencana yang tentunya tidak kita inginkan," pungkasnya.

Suatu hal yang perlu disosialisasikan dan masukan dalam alam pikiran masyarakat bahwa penanggulangan dan kewaspadaan bencana bukan semata tugas pemerintah atau institusi tertentu, tetapi ini adalah tugas dan tanggungjawab semua pihak.

"Pesan saya teruslah berlatih, melalui latihan dan evakuasi mandiri. Saya berharap masyarakat semakin tangguh, tanggap, dan tangkas menghadapi bencana. Lebih dari itu muncul kesadaran dari lubuk hati yang paling dalam setiap warga negara tentang pentingnya sadar bencana," harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolut, Dr. Syamsuriani mengatakan, peserta gelar peralatan dan simulasi pertolongan kedaruratan di masa pandemi COVID-19 sebanyak 30 orang.

Peserta tersebut terdiri dari dua orang anggota TNI, Polri dua orang, Satpol PP dua orang, PSC Dinkes dua orang, tenaga Sosial dua orang, PMI dua orang, Pramuka dua orang, Relawan Gema Destana sembilan orang, dan TRC BPBD lima orang.