Baca Juga: Bawaslu Sulawesi Tenggara Tanggapi Banyaknya Baliho Bakal Calon di Pinggir Jalan

Sementara pancasila sebagai ideologi bangsa, harus menjadi acuan bersama dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Semboyan Bhineka Tunggal Ika harus menjadi perekat kita dalam hidup berbangsa," tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Abdurrahman Saleh mengatakan, perlu ada pemetaan potensi konflik horizontal yang rawan menjelang pemilu atau pun sesudah pemilu. Sudah harus diantisipasi oleh KPU dan Bawaslu. Olehnya itu mesti dilakukan pra kondisi di seluruh lapisan masyarakat.

"Antisipasi titik kerawanan Pemilu 2024 di setiap titik yang ada di Sulawesi Tenggara sudah harus diidentifikasi untuk menetralisir kemungkinan terburuk, agar tidak merugikan siapapun," ujarnya. (A)