KENDARI, TELISIK.ID - Dalam mengendalikan serta memelihara ekosistem lahan basah Dinas Kehutanan (Dishut) Sulawesi Tenggara membentuk program penanaman bibit mangrove yang dilaksanakan oleh masyarakat di Desa Mataiwoi, Desa Matandahi dan Desa Tiraosu, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan.

Untuk mendukung fungsi lingkungan dan sumber ekonomi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat diperlukan ekosistem yang baik, salah satu ekosistem tersebut adalah ekosistem lahan basah mangrove.

Lahan basah merupakan wilayah yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan kebanyakan ekosistem lainnya, olehnya itu, lahan basah memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat.

Fungsi lahan basah tidak saja dipahami sebagai pendukung kehidupan secara langsung, seperti sumber air minum dan habitat beraneka ragam makhluk hidup, tapi juga memiliki berbagai fungsi ekologis lainnya seperti pengendali banjir, pencegah intrusi air laut, erosi, pencemaran, dan pengendali iklim global.

Kawasan lahan basah yang tercemar dapat dikatakan sulit dipulihkan apabila tercemar, perlu waktu bertahun-tahun untuk melakukan pemulihannya.