SURABAYA, TELISIK.ID - Lonjakan kasus COVID-19 varian omicron langsung diantisipasi cepat oleh Pemprov Jawa Timur (Jatim). Pasalnya, beberapa provinsi lain sudah mengalami peningkatan kasus cukup tinggi dan berdampak pada kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekolah.

Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Dardak menjelaskan, PTM di sekolah-sekolah menjadi salah satu yang paling diperhatikan oleh pemerintah. Agar tidak ada peningkatan kasus omicron yang menimpa pelajar sekolah.

“Kita sekarang kalau ada kasus yang sudah terjadi di beberapa sekolah, kita langsung menutup kelasnya. Jadi tidak sampai seluruh sekolah dilockdown,” jelas Wagub Emil Dardak, Kamis (3/2/2022).

Menurutnya, peningkatan kewaspadaan wajib dilakukan oleh seluruh pengelola sekolah. Meski jam pelajaran menggunakan sistem 6x45 menit, tapi sekolah diminta menerapkan pembagian shift. Paling tidak 50?ri kapasitas sekolah.

“Tolong menggunakan skema shift siang dan shift pagi untuk membuat beban sekolah menjadi setengah dari kepadatannya, sehingga memperkecil potensi penyebaran virus untuk anak sekolah,” papar Emil Dardak.