Baca Juga: Kategori Pemilih Pemula, Siswa SMA Jadi Sasaran KPU Kendari
Baca Juga: Tiga Kader Siap Nyalon di Pilwali Kendari, Ketua Garda Pemuda NasDem Unggulkan Abdul Rasak
Anam juga meminta kepada jajarannya di kabupaten/kota untuk kembali mencermati rencana strategis KPU, agar mengetahui dan memahami tujuan-tujuan KPU. Dengan memahami tujuan KPU, bisa memetakan dan mengelola risiko-risiko yang akan terjadi.
Sementara itu, Ketua Tim BPKP Perwakilan Provinsi Jatim, Wahyudi Wicaksono menuturkan, penyelenggara pemilu perlu mengenal jenis risiko. Risiko dimaksud ada dua macam, yakni risiko murni dan spekulatif.
“Risiko murni dampaknya pasti negatif. Namun, risiko yang sifatnya spekulatif bisa berdampak negatif atau positif. Dengan mengenali jenis risiko yang ada dalam tahapan Pemilu 2024, penyelenggara akan mampu mengelola dan menentukan langkah yang perlu diambil,” katanya. (A)
