Mantan Mensos ini mengatakan  pihaknya juga menginstruksikan seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jawa Timur untuk memberikan informasi yang benar terkait PMK tersebut.

Baca Juga: OPD Berlomba Bersihkan Kantor Jelang HUT Ke-19 Konawe Selatan

“Jadi semisal ada masyarakat yang bertanya, tentunya bisa menjawab. Paling tidak, merujuk mengarahkan ke masyarakat untuk ke posko terpadu penanganan PMK hewan ternak,” jelasnya.

Sekedar diketahui, serangan PMK terjadi terhadap ternak di 4 daerah di Jawa Timur dan telah menyerang sekitar 1.247 ekor ternak sapi di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto.

Sedangkan ciri dari PMK ini antara lain demam tinggi (39-41 derajat celcius), keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, kaki pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, napas cepat, produksi susu turun drastis dan menjadi kurus. (C)