Mawar mengakui, persolaan Stunting ini jika dari segi kasat mata susah dibedakan kecuali harus lewat penimbangan berat badan, yakni berat badan menurut umur, bukan berat badan menurut tinggi badan.
Sedangkan, penyebab lainya yaitu kebanyakan dari faktor gizi kemudian penataan waktu hamil. Sebab bisa saja waktu hamil gizi berkurang, sehingga lahir kecil dan adanya gangguan mental dan pada akhirnya susah berkembang.
"Kemudian faktor lingkungan, contohnya di Lambuya yang sering terjadi banjir, dan kasus di sana lumayan, karena faktor lingkungan, dan faktor lainnya," ungkapnya.
Kadis Kesehatan juga berpesan, untuk mencegah stunting ini diharapkan masyarakat saat kehamilan harus rajin memeriksa ke bidan, sehingga bisa dikontrol perkembangan janinnya.
Kemudian, setelah lahir agar perhatikan asupan makanan harus ASI eksklusif selama 6 bulan, setelah itu baru berikan makanan tambahan sambil dikontrol timbangannya.
