Hamilton sempat menjalani pit stop kedua dan mencatat putaran tercepat pada fase tersebut. Ia kemudian melewati Hadjar sebelum merebut posisi keempat dari Norris. Hasil itu menjadi penentu nasib perebutan gelar di Austin, karena Hamilton harus finis di posisi kelima atau lebih rendah agar Antonelli bisa mengunci gelar pada balapan ini.
Gelar Juara Tertunda ke Meksiko
Sebelum balapan, Antonelli memimpin klasemen dengan 340 poin, unggul 102 poin atas Russell dan 111 poin atas Hamilton. Syarat mengunci gelar di Austin adalah Antonelli menang, Russell finis kesembilan atau lebih rendah, dan Hamilton finis kelima atau lebih rendah. Kemenangan membawa Antonelli ke 365 poin, tetapi Hamilton yang finis keempat mengoleksi 12 poin menjadi 241 poin, sehingga selisihnya 124 poin dengan 125 poin masih tersedia dalam lima balapan tersisa.
Dengan demikian, perebutan gelar berlanjut ke Grand Prix Meksiko pada 1 November. Lima balapan tersisa setelah Austin adalah Meksiko, Brasil, Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi. Antonelli tetap menjadi favorit kuat, tetapi perayaan gelar harus menunggu setidaknya satu seri lagi.
Kemenangan di Austin juga mengakhiri peluang matematis Verstappen, Leclerc, dan Norris dalam perebutan gelar. Verstappen yang finis ketiga kini tertinggal 129 poin dari Antonelli, sementara Leclerc dan Norris tertinggal lebih jauh. Mereka tidak lagi dapat mengejar 125 poin yang tersisa, sehingga persaingan gelar kini mengerucut pada pembalap-pembalap yang masih berada dalam jangkauan poin.
Insiden dan Gangguan di Lintasan
Balapan juga diwarnai sejumlah insiden dan gangguan teknis. Russell menjalani hukuman lima detik pada putaran ke-23 karena mengambil keuntungan setelah keluar lintasan. Franco Colapinto diperintahkan menghentikan balapannya pada pertengahan lomba, sementara Oliver Bearman juga tidak dapat melanjutkan balapan setelah penalti dan kerusakan pada mobilnya.
