KENDARI, TELISIK.ID - Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Kendari masih terjadi selama tiga hari terakhir, mendorong pemerintah meminta penambahan nozzle dan perpanjangan jam operasional.
Pemerintah Kota Kendari meminta pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) meningkatkan pelayanan untuk mengurai antrean.
Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari penertiban penggunaan barcode kendaraan roda empat, pengawasan kendaraan roda dua berukuran besar, hingga larangan penjualan BBM eceran.
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengakui penghentian penjualan BBM eceran berdampak terhadap pedagang dan pola pembelian bahan bakar masyarakat.
Kebijakan tersebut membuat warga harus membeli BBM langsung di SPBU sehingga diperlukan penyesuaian pelayanan.
