“Dengan total lebih dari seribu penjual eceran di Kota Kendari, mata rantai ini tentu harus diputus. Sebab jika jumlahnya terus bertambah, maka antrean di SPBU akan semakin padat, mengingat mereka membeli BBM untuk dijual kembali,” tegas Sudirman.
Sementara itu, Pengawas SPBU Anduonohu 7493211, Ardi, mengatakan pihaknya akan berupaya menambah nozzle sesuai arahan pemerintah.
Pengelola juga menyiapkan petugas marshal untuk mengatur alur kendaraan, memandu antrean, dan mengarahkan pengendara ke pompa pengisian.
“Kami akan usahakan menambah jumlah nozzle tersebut sebagaimana arahan Pemkot,” kata Ardi.
Ia menambahkan, petugas terus memeriksa kesesuaian barcode dengan kendaraan yang mengisi BBM. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan layanan dan mengurangi keluhan pelanggan.
