KENDARI, TELISIK.ID - Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Panjang antrean membuat warga harus meluangkan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM, terutama jenis bersubsidi. Kondisi tersebut juga dikeluhkan masyarakat karena antrean dapat berlangsung hingga berjam-jam.

Salah seorang warga yang mengantre di SPBU Saranani, Andri mengaku tetap memilih mengantre meski harus berpanas-panasan karena BBM di tingkat pengecer sulit ditemukan.

“Iya biar panas tetap mengantre, karena di pengecer juga jarang, kalaupun ada pasti harganya sudah naik,” katanya, Senin (14/9/2026).

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengatakan, antrean panjang yang terjadi bukan semata-mata disebabkan oleh stok BBM yang tidak tersedia. Salah satu faktor yang dinilai memperlambat pelayanan adalah proses pembelian BBM bersubsidi menggunakan sistem barcode.