“Sebenarnya, ketersediaan kalau dilihat dari kondisi yang ada, sebenarnya ketersediaan BBM itu sudah cukup. Artinya dalam batas masih wajar,” kata Andi Sumangerukka saat diwawancarai.

Menurutnya, kendaraan harus melalui proses verifikasi sebelum dapat melakukan pengisian BBM bersubsidi sehingga waktu pelayanan menjadi lebih lama.

“Nah, mengapa mereka antre? Antre itu karena ada barcode. Itu kan subsidi,” ujarnya.

Pemprov Sultra juga akan terus memantau kondisi distribusi BBM bersama pihak terkait. Persoalan ketersediaan dan distribusi BBM akan kembali dibahas dalam rapat pengendalian inflasi yang rutin digelar setiap Senin dan melibatkan Pertamina.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pemerintah Kota Makassar juga tengah melakukan langkah percepatan normalisasi antrean di sejumlah SPBU.