"Sudah dua jam kita di sini, tapi posisinya masih di belakang terus. Panjang sekali antreannya," keluh Azahra.
Pengendara lainnya, Akmal, mengatakan dirinya tetap memilih mengantre Pertalite karena harga Pertamax dinilai terlalu mahal.
Selain itu, Pertalite yang dijual di warung eceran juga kerap tidak tersedia.
"Iya, kalau isi Pertamax mahal juga. Pertalite di warung juga sering habis," ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Kendari masih terpantau mengular hingga ratusan meter. (A)
