Penulis pun menilai positif apa yang telah di upayakan pemerintah demi mendukung pengembangan SDM yang berguna menunjang pemahaman literasi digital di era saat ini. Dengan membentuk gerakan nasional literasi digital atau biasa disebut dengan Siberkreasi.
Literasi memang sarat bila di artikan secara luas, terlebih bila di kaitkan dengan era saat ini. Ketergantungan dan kebutuhan terhadap teknologi dan terjangan informasi yang kian deras, harapannya bisa di bendung dengan tujuan dan manfaat dari gerakan Siberkreasi.
Bila kita melihat kembali ke belakang. Derap dan laju perkembangan peradaban selalu menghadirkan sesuatu yang sangat luar biasa. Dalam tulisan Dr. Ninok Leksono, Redaktur Senior Kompas. Misalnya, membutuhkan waktu berabad-abad untuk kita berpindah dari budaya berkuda ke mesin uap.
Dibutuhkan dua setengah abad untuk berpindah dari mesin uap ke pesawat terbang. Tetapi dari baling-baling pesawat terbang ke pesawat jet, kita hanya butuh tiga dekade dan dari pesawat jet ke jet supersonic lebih cepat lagi yaitu hanya satu setengah dekade. Luar biasa bukan.
Perubahan otak manusia yang dipaksa bekerja secara simultan oleh peradaban baru cenderung sama sebagai kerja prosesor komputer. Namun era saat ini telah memaksa kita untuk perubahan itu.
