Hubungan Anwar bersama teman-temannya terus berlanjut hingga studi selesai dan keluar dari hiruk pikuk kehidupan kampus. Sebagian temannya kemudian masuk keanggotaan PDIP sehingga membuat Anwar pun sering mendatangi sekretariat partai untuk menyambung silaturahmi.  

Sampai akhirnya, Anwar juga turut memilih menjadi anggota PDIP saat partai tengah menjajaki masa transisi pasca mengalami perseteruan. Hanya selang beberapa tahun setelahnya, Anwar lalu ditarik masuk dalam struktur kepengurusan tingkat kabupaten/kota. Sejak saat itu, dia selalu dilibatkan setiap kegiatan partai dengan menempati tugas strategis.

Pada gelaran pemilihan presiden (Pilpres) 2014 periode awal kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi), Anwar diberi tugas untuk mengkoordinir kerja-kerja pemenangan di Kota Kendari. Waktu yang sama pula Anwar bekerja untuk kemenangan dirinya yang tampil sebagai calon anggota legislatif (Caleg) Kota Kendari dapil Kecamatan Kadia-Wuawua. Namun dewi keberuntungan belum berpihak, Anwar gagal lolos menjadi legislator.

Selain itu, Anwar juga berjibaku dalam upaya merebut kemenangan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tenggara saat PDIP mencalonkan Hugua menjadi wakil berpasangan dengan mantan Wali Kota Kendari, Asrun.

Kemudian jelang memasuki periode kedua masa pemerintahan Jokowi, tenaga Anwar kembali dikerahkan untuk kerja pemenangan ketika Pilpres 2019. Usahanya saat itu terbagi setelah ia kembali nyaleg di dapil yang sama meski hasilnya Anwar kalah lagi. Perolehan suara partainya hanya mampu mengirim satu nama di dapilnya. Sementara ia menempati posisi kedua jumlah raupan suara partai.