"Cek saja di rumah sakit kalau tak percaya ada di ruang isolasi bagi yang positif COVID-19 dan di perkuburan massal untuk kematian akibat COVID-19. Lalu Pilkada, apa yang penting?" kesalnya.

Menurut Mantan Ketua KPU Sulawesi Tenggara ini, tidak ada yang penting dalam Pilkada ini. Hajatan ini biasa saja, bukan bagian dari rezim Pemilu dan apalagi tanpa libur nasional, yang menjadi kesan luar biasa karena diserentakkan di hari yang sama.

Baca juga: Kampanye, Pasangan HATI Program Kesehatan dan Transportasi Murah

"Dulu Pilkada ini tidak seheboh sekarang, karena dulu hanya dimensi lokalitas lima tahunan saja di masing-masing daerah. Suasananya sama dengan peringatan HUT masing-masing daerah. Hanya psikologi sosial terkait jabatan kepala daerah yang menonjol. Itu pun hanya kebanggan kecil di keluarga dan sekelumit tim sukses," tambah Hidayatullah.

Lalu, kalau benar tidak penting, kenapa tidak ditunda saja agar lebih fokus dan prioritas di penanganan pengendalian wabah COVID-19 baik kesehatan maupun stimulus ekonomi rakyat yang mulai terpuruk.