Secara tradisional, beras dicuci untuk menghilangkan debu, serangga, batu-batu kecil, dan serpihan sekam yang tersisa dari proses penggilingan padi. Hal ini mungkin masih penting bagi beberapa wilayah di dunia yang pengolahannya tidak begitu teliti seperti dikutip dari Iflscience.com.
Para peneliti juga menunjukkan kandungan plastik dalam nasi instan (yang sudah dimasak) ditemukan empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan nasi mentah. Jika Anda mencuci beras instan terlebih dahulu, Anda dapat mengurangi jumlah plastik sebesar 40 persen.
Baca Juga: Ulat Sagu Miliki Banyak Manfaat untuk Kesehatan Tubuh
Dilansir dari gurusiana.id, para ahli menyarankan mencuci beras jangan sampai lebih dari dua kali agar nutrisi di dalamnya masih terjaga kualitas dan kuantitasnya. Seorang ahli, Prof. Dr. Ir. Rindit Pambayun, M.P., Guru Besar Ilmu Pangan Universitas Palembang mencanangkan “Gerakan Nasional Tidak Mencuci Beras”.
Ajakan ini dapat terlaksana dengan catatan adanya penanganan pengolahan beras yang ber-SNI dari hulu (pertanian) hingga hilir (konsumen) sehingga bisa dihasilkan beras yang bersih dan bebas dari residu zat kimia berbahaya. (C)
