Baca Juga: Tinjau Gereja di Malam Natal, Kapolri Pastikan TNI-Polri Beri Rasa Aman Sepanjang Nataru

"Resesi bukannya tidak mungkin terjadi di Amerika Serikat. Pada 2022 dan 2023, Eropa juga kemungkinan terjadi resesi," kata Sri Muliani dikutip dari Cnbcindonesia.com

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resesi adalah suatu kondisi dimana perekonomian suatu negara sedang memburuk, yang terlihat dari produk domestik bruto (PDB) negatif, pengangguran meningkat, maupun pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut. 

Berdasarkan Djkn.kemenkeu.go.id, resesi 2023 juga dipengaruhi oleh perekonomian dan stabilitas perdagangan di dunia belum kembali normal pasca COVID-19, diperparah terjadi perang Rusia dengan Ukraina. Kedua negara yang merupakan produsen komoditas penting di dunia, seperti migas, gandum, kedelai, pupuk dan lainnya.

Pasokan komoditas tersembut menjadi terhambat ke beberapa negara di Eropa sehingga menimbulkan krisis energi dan pangan. Akibatnya, harga-harga komoditas tersebut meningkat tajam. Inflasi pun tak terhindari akibat menurunnya pasokan migas dan pangan.