Selain itu, lanjut dia, terkait asas manfaat sebuah pembangunan. Peruntukan dana untuk pembangunan jalan di beberapa ruas kota belum menjadi prioritas pembangunan daerah.
Sebab masih banyak bangunan kumuh di tengah kota yang perlu dibenahi karena berpotensi meningkatkan pendapatan daerah.
"Misalnya bangunan aset yang baru diserahkan dari Pemkab Buton ke Kota Baubau. Kenapa bukan bangunan itu yang dimanfaatkan. Atau benahi rusunawa di Wameo yang sudah kumuh. Biar bagaimana, rusun itu sumber PAD kota," tambahnya.
Pada kesempatan itu, pria berdarah Majapahit, Buton Selatan (Busel) itu menduga terdapat kepentingan lain di balik proyek pembangunan jalan tersebut.
Sebab mobilitas penggunaan jalan masih sangat minim dan bukan suatu yang urgen untuk daerah. Sehingga sangat patut untuk dipertanyakan kebijakan yang terkesan dipaksakan itu.
