"APBN juga harus terus mempertajam belanja, meningkatkan efisiensi belanja dan targeting, bukan sekedar potong anggaran, tapi meningkatkan efisiensi sehingga belanja masuk ke titik-titik yang sangat penting yang mendorong pertumbuhan, memperbaiki kesejahteraan, dan mendorong program prioritas nasional," tegas Suahasil.
Suahasil menjelaskan APBN memiliki dua fungsi penting dalam perekonomian. Selain menjadi peredam guncangan atau shock absorber, APBN berperan sebagai instrumen pembangunan yang mendukung berbagai kebutuhan strategis.
Karena itu, alokasi belanja dalam RAPBN 2027 akan diarahkan pada sejumlah sektor yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas masyarakat.
"APBN harus bisa menyentuh titik-titik yang meningkatkan mutu modal manusia, program peningkatan produktivitas, program kesehatan, program pendidikan, program untuk memberikan perlindungan sosial, program untuk memastikan konektivitas infrastruktur," terang Suahasil.
Arah tersebut menunjukkan bahwa efisiensi anggaran pada 2027 tidak diterapkan dengan memangkas seluruh pos belanja secara seragam. Penajaman dilakukan agar sumber daya APBN tetap tersedia untuk sektor yang dianggap memiliki peran penting dalam menjaga pertumbuhan dan mendukung masyarakat.
