“Kita akan tetap menjaga APBN dan terutama utang dan juga defisit kita secara tetap prudent, transparan, hati-hati,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Menara Mandiri, Jakarta, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (10/4/2025).

Pembiayaan anggaran sebesar Rp 250 triliun tersebut mencakup penarikan utang senilai Rp 270,4 triliun yang dikurangi dengan pembiayaan non-utang sebesar Rp 20,4 triliun. Dengan demikian, komposisi pembiayaan masih didominasi oleh utang yang diterbitkan pemerintah.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi pembiayaan utang hingga 31 Maret 2025 telah mencapai 34,8 persen dari total target pembiayaan utang dalam APBN 2025 yang sebesar Rp 775,9 triliun.

Sementara itu, pembiayaan non-utang baru terealisasi sebesar Rp 12,8 triliun dari target minus Rp 159,7 triliun.

Salah satu komponen utama dalam pembiayaan utang adalah penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Pemerintah telah menerbitkan SBN secara neto senilai Rp 282,6 triliun atau 44 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp 642,6 triliun.