Luas Terbakar Masih Diperdebatkan

Luas kawasan yang terbakar hingga kini masih diperdebatkan. Kepala Balai TNGC Toni Anwar memperkirakan 50 hingga 60 hektare dengan pengukuran pasti yang belum dilakukan, sementara keterangan resmi Paguyuban Silihwangi Majakuning dan TNGC yang dikutip satu laporan menyebut 1,5 hektare pada satu blok yang didominasi lahan bambu, dan laporan lain menuliskan puluhan hektare.

Hingga Jumat, tidak ditemukan angka pasti terbaru mengenai luas yang terbakar dari sumber resmi, dan angka 40 hektare yang beredar dalam satu laporan lama tidak dipakai karena tidak berkaitan dengan kebakaran pekan ini. Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyatakan luas pasti kawasan terdampak masih menunggu pendataan lebih lanjut, dan hingga kini belum ada laporan mengenai dampak kebakaran terhadap satwa liar.

Medan Terjal dan Seribu Personel

Vegetasi yang mengering akibat musim kemarau, disertai tiupan angin, menjadi faktor yang mempercepat penjalaran api. Upaya pemadaman menghadapi kendala berupa medan yang terjal dan berbatu, minimnya sumber air, serta jalan setapak yang tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga sejumlah titik api sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.

Penanganan di lapangan melibatkan TNI, Polri, Balai TNGC, BPBD, Manggala Agni, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan, serta relawan Masyarakat Peduli Api, termasuk 65 personel Masyarakat Peduli Api Paguyuban Silihwangi Majakuning yang membuat sekat bakar dan berjaga sampai api benar-benar padam. Pada Jumat, jumlah personel gabungan yang dikerahkan mencapai sekitar 1.000 orang, termasuk warga, personel TNI dan Polri, serta relawan, yang juga mengoptimalkan saluran-saluran alam sebagai bagian dari pengendalian api.

"Kalau api sudah menjalar ke lereng-lereng yang terjal dan berbatu, proses pemadaman melalui jalur darat akan sangat sulit dan berbahaya," ujar Bupati Dian.