Ini adalah langkah yang sangat luar biasa karena bisa permanen untuk kelembagaan.
"Jadi kalau liat sistemnya tadi maka secara kelembagaan dari tingkat tapak terus bertingkat sampai ke level nasional itu sangat penting artinya untuk Indonesia bagi kita ini suatu kebanggan dan membuktikan karhutla ditangani sangat serius,” ujar Siti.
Menurut Siti, dampak karhutla sangat merugikan bagi Indonesia. Mengingat, sebetulnya menyumbang emisi karbon paling besar di kerusakan atmosfer akibat perubahan iklim.
“Sebagai gambaran adalah kira-kira kalau karbonnya itu 900 juta yang rusak itu kira-kira 486 juta asalnya itu dari karhutla jadi 50 persen lebih dan ini bisa kami tangani dengan baik,” ucap Siti.
Karena itu, Siti menyatakan, ASAP adalah sistem yang sangat baik secara kelembagaan.
