Pemerintah juga berusaha menjebol enkripsi Telegram. Misalnya melalui lembaga FBI yang mencoba merekrut engineer Telegram untuk membobol backdoor.
Durov juga berbicara soal perusahaan teknologi lain seperti Apple dan Alphabet. Para pesaingnya itu, dia sebut melakukan sensor pada konten pengguna.
Baca Juga: Friendster, Saingan Aplikasi Facebook Bakal Comeback
"Dua platform tersebut benar-benar bisa menyensor apa saja yang Anda baca, serta mengakses semua yang ada di smartphone Anda," kata dia.
Sementara melansir rri.co.id, Hal ini juga yang menjadi daya tarik platform tersebut untuk digunakan lebih banyak orang di seluruh dunia.
