Durov pun memilih berdomisili di Dubai karena ia merasa aman menjalankan perusahaan karena menurut Durov, Uni Arab Emirat adalah negara netral yang ingin berteman dengan siapa saja dan tak berafiliasi dengan pemerintahan superpower.
Financial Times juga melaporkan, pada Maret lalu aplikasi Telegram bisa jadi akan melantai di bursa AS setelah perusahaan meraup keuntungan. Telegram juga telah masuk dalam jajaran platform internet populer, bersanding dengan Facebook, Instagram, YouTube, dan WeChat. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Fitrah Nugraha
