Jika kita mempelajari hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, dengan tema “Komposisi Pro-Kontra Isu Penundaan Pemilu & Presiden Tiga Periode Serta 4 Alasan Mengapa Potensial Layu Sebelum Berkembang” menjelaskan hasil rilis surveinya pada Kamis 10 Maret 2022 bahwa mayoritas pemilih partai koalisi Jokowi ataupun oposisi juga menentang penundaan Pemilu.
Padahal Luhut saat itu dengan pernyataan klaim ‘big data’ menyatakan ceruk dari Partai Demokrat, Gerindra, PDI Perjuangan, PKB juga Golkar menyatakan mendukung usulan Pemilu 2024 ditunda. Realitasnya malah berbeda, berdasarkan hasil rilis survei LSI Denny JA malah menunjukkan tidak setuju jika pemilu 2024 ditunda.
Klaim ceruk partai-partai yang disebutkan Luhut mendukung penundaan Pemilu 2024, malah sebaliknya menolak usulan penundaan Pemilu 2024. Seperti PDI Perjuangan sebesar 56,3 persen tidak setuju, sedangkan Gerindra 80,5 persen, berikutnya Golkar sebesar 71,6 persen, dan PKB sebesar 66,2 persen. Bahkan, Zulkifli Hasan selaku ketua PAN yang juga menyatakan PAN setuju bahwa Pemilu dipertimbangkan untuk diundur.
Baca Juga: Puan Maharani "Zona Degradasi" Calon Presiden
Ternyata, malah hasil temuan survei memperlihatkan bahwa sebesar 93,7 persen konstituen PAN tidak setuju usulan penundaan Pemilu 2024. PAN yang memilih dan menyatakan sebagai pendukung pemerintahan menunjukkan presentase hasil survei bahwa konstituen PAN menyatakan tidak setuju penundaan Pemilu 2024 ternyata lebih tinggi jika dibandingkan ceruk Partai Demokrat yang merupakan partai oposisi yang tidak setuju penundaan Pemilu 2024 hanya sebesar 87,5 persen.
