Selain itu, Arab juga meminta agar Negara Palestina merdeka kemudian diizinkan menjadi anggota penuh di PBB. Rencana normalisasi muncul hanya beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan memberikan pernyataan di Forum Ekonomi Dunia.
"Kami setuju bahwa perdamaian regional mencakup perdamaian untuk Israel, namun hal itu hanya dapat terjadi melalui perdamaian untuk Palestina melalui negara Palestina," ujarnya, dikutip dari Pikiranrakyat.com
Normalisasi Saudi-Israel telah mengalami kemajuan sebelum 7 Oktober 2023. Namun setelahnya, proses kesepakatan diplomatis ini tertunda.
Para pejabat AS dan Saudi lantas mendiskusikan konsesi Palestina terhadap perjanjian tersebut, yang akan mencakup pembekuan perluasan permukiman di Tepi Barat dan meningkatkan dukungan bagi Otoritas Palestina yang berkuasa di Tepi Barat.
Baca Juga: Ini Ayat Tentang Palestina dan Israel di Dalam Al-Qur'an
