Saat dihubungi Tempo melalui pesan singkat, Manajer Operasional Lembaga Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Rima Manzanaris, mengatakan, pihaknya masih mencari tahu informasi mengenai serangan tersebut.
“Info yang beredar begitu. Saat ini relawan (di rumah sakit Indonesia di Gaza;red) belum bisa dihubungi,” kata Rima pada Jumat (10/11/2023).
Rima menambahkan bahwa relawan di rumah sakit tersebut masih bisa dihubungi pada pukul 21.00 WIB.
“Namun, pukul 23.00 WIB sudah tidak dapat dihubungi lagi." katanya.
Rumah Sakit Indonesia yang berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, dibangun di atas tanah wakaf dari Ismail Haniyeh seluas 16.261 meter persegi. Organisasi sosial Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menjadi perantara realisasi rumah sakit ini.
