KENDARI TELISIK.ID - Badan Antariksa dan Kontraktor Utama Roket, ArianeGroup, telah memutuskan untuk menunda penerbangan pertama Ariane 6 hingga kuartal keempat 2023 setelah beberapa masalah mengemuka dalam tinjauan eksternal.

ArianeGroup adalah perusahaan kedirgantaraan yang berbasis di Prancis, merupakan perusahaan patungan antara Airbus dan Safran. Perusahaan ini didirikan pada 2015 dan berkantor pusat di Issy-les-Moulineaux yang terdiri dari tiga senjata inti: kedirgantaraan, pertahanan dan keamanan.

Melansir Republika.co.id, sejak pengembangan awal 2010-an, roket ini tidak akan terbang sebelum akhir 2023, pejabat Badan Antariksa Eropa (ESA). Pejabat ESA menambahkan bahwa penundaan itu akan menambah 600 juta euro lagi untuk harga roket yang sudah mahal itu.

Mengutip Universetoday.com, selama pengarahan, Direktur Jenderal ESA Josef Aschbacher memperingatkan bahwa dia tidak dapat menjamin bahwa peluncuran pada akhir 2023 akan dimungkinkan, karena beberapa tonggak sejarah belum selesai.

"Dengan proyek sebesar ini, perlu jelas bahwa ini adalah tanggal yang direncanakan dan bahwa program masih perlu berhasil dan tepat waktu mencapai sejumlah tonggak penting agar jadwal ini berlaku,” kata Aschbacher.