MUNA, TELISIK.ID - Pemudik yang ingin menuju pelabuhan Lainea Konawe Selatan melalui pelabuhan feri Tampo Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, kini beralih menggunakan jasa penyeberangan dengan ketinting. Hal ini dilakukan untuk menghindari padatnya arus balik di pelabuhan feri yang tak terbendung lagi.

Sebagian pemudik merasa khawatir karena baru pertama kali naik jasa ketinting berukuran 4 kali 15 meter yang menampung 14 motor sekali jalan dengan harga Rp 150.000.

Sejak awal Ramadan hingga menjelang lebaran, arus mudik di Sulawesi Tenggara meningkat signifikan. Pelabuhan feri Tampo Kabupaten Muna yang menjadi akses utama menuju pelabuhan Lainea Konawe Selatan, mengalami padatnya arus balik.

Asriani Basra, salah seorang pemudik yang menggunakan jasa ini mengaku khawatir akan tertinggal kapal feri jika tetap menunggu di pelabuhan. Oleh karena itu, dia memilih jasa penyeberangan menggunakan ketinting agar bisa sampai di tujuan dengan cepat.

Hamdin, seorang warga sekitar yang menjadi salah satu penjemput motor pemudik, mengatakan bahwa ketinting mulai beroperasi sejak pagi hari.