Dalam resolusi terbaru, kondisi di Gaza disebut sebagai “bencana kemanusiaan” yang membutuhkan penghentian konflik secara permanen dan tanpa syarat. Naskah juga menyerukan pencabutan pembatasan terhadap distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Namun, Duta Besar AS untuk PBB Dorothy Shea menyebut resolusi itu “tidak dapat diterima” karena gagal mengecam Hamas dan tidak menuntut perlucutan senjata dari kelompok tersebut.

"Amerika Serikat sudah jelas: kami tidak akan mendukung langkah apa pun yang gagal mengecam Hamas dan tidak meminta mereka meninggalkan Gaza," ujar Shea, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (6/6/2025).

Baca Juga: Infografis: Donald Trump Ingin Membeli Gaza

Shea juga menuduh bahwa proses penyusunan resolusi dilakukan untuk "menarik veto", dan menyebut bahwa Hamas tetap menjadi ancaman signifikan bagi Israel, meskipun sudah hampir 20 bulan sejak serangan kelompok itu pada Oktober 2023.