Menanggapi hal ini, Kepala Dinas PUPR Buton, M. Wahyudin, menjelaskan bahwa alat-alat berat tersebut masih ditempatkan di Baubau karena tidak ada bengkel atau gudang penyimpanan di Buton serta untuk alasan keamanan.

Baca Juga: Pasar Rakyat Burangasi Kembali Dibuka, Pedagang Berharap Ramai Pembeli

Wahyudin menyebutkan bahwa selama ini tidak ada anggaran untuk membangun workshop (bengkel), sehingga keberadaan petugas perawatan yang ada di Baubau menjadi alasan penyimpanan dilakukan di wilayah tersebut.

Terkait ekskavator, Wahyudin mengatakan bahwa alat berat ini ditempatkan di Desa Kaumbu, Kecamatan Wolola, untuk membantu pengelolaan sampah di tempat pembuangan sampah setempat.

“Jika ekskavator dipindahkan ke Pasarwajo, sampah di Desa Kaumbu akan dibiarkan membusuk,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa pemindahan alat ini bisa merugikan masyarakat. (A)