Keputusan Biden justru membuka jalan bagi Taliban untuk merebut satu per satu kota penting sejak Mei atau saat penarikan pasukan AS dimulai. Puncaknya Taliban memasuki Kabul pada 15 Agustus dan merebut pemerintahan.
Melansir Inews.id, seorang pejabat keamanan di Afghanistan saat ini sempat memperingatkan Ghani jangan sampai nasibnya sama dengan presiden sebelumnya, Mohammad Najibullah, yang dieksekusi Taliban pada 1996.
Kembali Ghani mengatakan dalam vidio baru ini, bahwa kepergiannya hanya membawa barang-barang seadanya, sebab fokusnya saat itu adalah keamanan karena Taliban sudah berada di Kabul.
"Mereka masuk dari kamar ke kamar untuk mencari saya. Keinginan mereka adalah, apa pun yang terjadi 25 tahun lalu akan terulang kembali. Presiden Afghanistan sekali lagi akan digantung di depan mata publik dan sejarah memalukan seperti itu akan terulang kembali," tuturnya, Ghani seperti dilaporkan kembali Bloomberg, Kamis (19/8/2021).
Ia juga mengklaim bahwa Taliban memasuki Kabul meski sudah ada kesepakatan.
