Oleh: Abrar
Akademisi, sosiolog olahraga dengan spesialisasi pada irisan kekuasaan, tata kelola, dan intervensi politik dalam arena olahraga.
KITA sering meminta atlet membawa pulang medali. Tetapi, apakah kita telah membawa mereka menuju sistem yang memungkinkan medali itu diraih?
Kontingen Indonesia yang berjumlah 430 atlet dan 145 ofisial dari 35 cabang olahraga telah bertolak menuju Asian Games Aichi–Nagoya 2026. Mereka tentu membawa ambisi besar untuk mempersembahkan medali bagi Ibu Pertiwi, selaras dengan arahan dari Presiden Prabowo agar kontingen berjuang maksimal mengharumkan nama bangsa.
Namun, di balik target medali tersebut, keinginan menjadi juara sesungguhnya memiliki makna yang jauh lebih besar. Setiap keping medali terdapat harkat, martabat, identitas nasional, dan kebanggaan bersama. Ketika bendera Merah Putih berkumandang di podium tertinggi, kemenangan seorang atlet seketika bertransformasi menjadi simbol kehormatan bangsa di mata dunia.
