"Demikian juga dengan kata/kalimat abuleke atau istilah sentilan sama dengan sifat Abunawas dalam cerita-cerita banyak akal/bohong. Maka saya mohon janganlah bahasa itu dibawa ke rana rasisme , atau dimaknai saya menghina seseorang / sekelompok orang," tambah Alimani dengan melampirkan emoticon menangis dan permohonan maaf.
"Tolong dan harap Jangan demikian, bagaimana pun saya ini juga ada orang Buton. Mana lah mungkin menghina diri sendiri. Itu hanya bentuk kekecewaan ketika saya selaku pribadi dan juga pejabat merasa tertipu atau dibohongi oleh staf Kecamatan Kapontori," lanjutnya.
Atas perbuatannya itu, ia kembali meminta maaf kepada seluruh pihak yang merasa tersinggung.
"Hal ini saya lakukan upaya klarifikasi karena adalah seseorang teman/sahabat an. Ikhsan yg menghubungi. Dan pun juga saya sudah jelaskan sebagaimana mestinya tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, ketua Aliansi Pemuda Demokrasi (Aldem) Baubau, yang juga Pemuda asal Desa Boneatiro Kecamatan kapontori, Jasmin, menyayangkan pernyataan Alimani tersebut. Menurutnya, hal itu sangat tidak wajar diucapkan. Apalagi dilakukan oleh pejabat daerah.
