"Modal utama saya adalah pengabdian sebagai birokrasi," timpalnya.
Mantan Kadinsos Mubar itu mengaku sudah melakukan konsolidasi dengan para tokoh masyarakat, kaum milenial dan para birokrasi di Lawa Raya, Kusambi Raya dan Tiworo Raya. Rata-rata mereka memberi respon positif dan mendorongnya agar tetap maju bertarung.
"Mereka menilai saya berniatan tulus untuk membenahi Mubar," ucapnya.
Ia tidak sepaham soal isu putra daerah yang saat ini mulai digembar-gemborkan. Menurutnya, siapapun berhak mencalonkan diri. Lagian, Muna dan Mubar tidak bisa dipisahkan dari sisi sosiologis, adat dan budaya.
"Tidak bisa ada dikotomi putra daerah. Semua berhak dan punya peluang untuk bertarung," tukasnya. (B)
