"Kalau saya melihat ini, memang hampir tidak ada indikator yang kurang, dengan cara apa sebetulnya hingga Pak Asmawa ini dicopot," ujarnya pada Telisik.id, Jumat (22/12/2023) sore.

Dekan FISIP UHO ini juga menilai, tak ada alasan yang relevan untuk memberhentikan Asmawa dengan kinerjanya seperti sekarang ini.

Ia menduga, ada dua kemungkinan. Pertama, pemberhentian tersebut untuk memindahkan Asmawa ke daerah yang perlu dibenahi (membutuhkan penanganan pemimpin yang lebih baik dari infrastruktur, tata kota dan sebagainya). Sedangkan kemungkinan yang kedua adalah aspek politik.

Baca Juga: Pelatihan TMT BBPVP Makassar di Kolaka Timur Resmi Berakhir

"Ada soal-soal yang tercederai dalam otonomi daerah yang lebih banyak dipegang oleh pemerintah pusat," tambahnya.