Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga membentuk pola hidup yang lebih teratur melalui sistem pendidikan berbasis asrama.
Ia mengaku puas melihat kondisi lingkungan sekolah yang dinilai bersih dan tertata. Kedisiplinan siswa selama mengikuti pendidikan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan program tersebut.
“Alhamdulillah saya lihat anak-anak senang berada di sini. Lingkungannya juga bersih dan tertib,” katanya.
Saat ini, Sekolah Rakyat tahap awal di Kendari menampung 49 siswa tingkat SMP yang terdiri dari 30 laki-laki dan 19 perempuan. Sementara itu, tingkat SD dan SMA masing-masing direncanakan menerima 50 peserta didik.
Untuk sementara, kegiatan belajar tingkat SD dan SMA masih memanfaatkan gedung Balai Latihan Kerja sambil menunggu pembangunan fasilitas utama selesai dikerjakan.
