Kerusakan jalan menurut warga, karena sering kali dilalui kendaraan pengangkut kayu yang diduga ilegal dari dalam kawasan hutan di sejumlah wilayah di jalur jalan itu.
Jalan semakin diperparah dengan hujan yang terus mengguyur dan tidak memiliki drainase di sisi jalan, sehingga air menyapu jalan dan membuat kubangan.
Dalam perjalanan itu, rombongan rider sempat beberapa kali berhenti karena hujan tiba-tiba mengguyur dalam perjalanan, kemudian para rider juga harus membantu evakuasi kendaraan warga yang tertanam di kubangan atau kesulitan melewati pendakian yang curam dengan kondisi jalan rusak parah.
Seperti saat melintasi salah satu perbukitan di Kecamatan Tinondo, beberapa rider terpaksa mengambil alih motor siswi SMK Solewatu untuk melewati tanjakan curam dan rusak.
Para rider ASR juga harus mendorong motor warga yang kehujanan dan terjebak di dalam kubangan.
