Diakuinya, pencurian marak terjadi dan tidak menjadi rahasia umum lagi, sejumlah rumah dinas TNI AD diduga telah dijadikan lokasi bagi pemakai narkoba jenis sabu. Bahkan, diduga ada juga yang menjadi pengedar narkoba.
"Sebab, lingkungan rumah dinas ini dinilai aman dari jangkauan aparat kepolisian untuk melakukan razia atau penggerebekan sarang-sarang narkoba dan juga pemakainya," sambungnya.
Imbas dari bebasnya dugaan peredaran narkoba di lingkungan rumah dinas asrama Eks Kowilhan, menyebabkan semakin maraknya aksi pembobolan di rumah penghuninya.
"Para pelaku pembobolan rumah diduga merupakan orang dalam juga, yang nekad melakukan aksi pencurian karena terdesak kebutuhan narkoba. Pelakunya terbilang nekad, siapa pun bisa menjadi korbannya. Penghuni Asrama mau aktif berdinas maupun pensiunan prajurit, bisa menjadi korban aksi pencurian," tambahnya.
Pemuda ini mengaku sangat resah, karena lingkungan Asrama Eks Kowilhan yang sudah ditempatinya selama 35 tahun, kini dicap sebagai markas narkoba.
