"Festival Labengki tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata, tapi memberi dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Astindo mensupport dengan menjualkan paket wisatanya," ujar Sartika dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, dampak ekonomi yang dihasilkan selama festival dirasakan oleh berbagai sektor usaha yang terlibat secara langsung. Mulai dari pemilik homestay, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), penyedia jasa transportasi laut, pemilik warung makan, hingga peserta lomba yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Berdasarkan data Astindo Sultra, total perputaran ekonomi selama dua hari pelaksanaan festival mencapai sekitar Rp241,5 juta. Angka tersebut berasal dari berbagai sumber pendapatan yang tersebar di kalangan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Rinciannya, delapan unit kapal penumpang yang melayani mobilitas wisatawan memperoleh pendapatan sekitar Rp40 juta. Peserta berbagai perlombaan yang digelar selama festival mendapatkan sekitar Rp16 juta. Sementara itu, pemilik homestay mencatat pendapatan mencapai Rp105 juta.

Selain itu, pemilik warung makan dan usaha kuliner memperoleh pendapatan lebih dari Rp20 juta. Tiket masuk kawasan wisata menyumbang sekitar Rp10,5 juta, sedangkan agen perjalanan atau travel agent mendapatkan pendapatan sekitar Rp50 juta dari penjualan paket wisata.