"Orang tuaku kebetulan pendoa, pendeta. Mereka marah dan kecewa, sudah pasti. Mukena juga ketahuan sama mama dilempar, kaya sinteron, sampai nangis-nangis," kenangnya.
Seiring berjalannya waktu, sang mama ternyata mampu menerima kondisi Astrid. Dia bahkan mengungkapkan kata-kata bijak untuk anaknya. (C)
Penulis: Wa Ode Fatima Azzahra
Editor: Haerani Hambali
