Setelah mempelajari ajaran Islam, Rebeka melakukan syahadat pada 26 Juli 2020, dan mengumumkan konversinya melalui media sosial.

"Hari ini adalah hari spesial bagi saya karena saya menjadi seorang Muslim. Saya percaya bahwa babak baru dan indah dalam hidup saya bisa dimulai," tulisnya, seperti dikutip dari tasnimnews.com, Selasa (7/10/2025).

Ia juga menghapus semua postingan media sosial sebelumnya dan mulai mengenakan hijab, simbol komitmen barunya.

Konversi ini menuai kontroversi di Latvia, di mana ia disebut sebagai "pengkhianat" oleh sebagian orang, tapi juga mendapat dukungan dari komunitas Muslim global.

Setelah menikah dengan Moaz, Rebeka pindah ke Qatar, menjadi warga negara di sana, dan bahkan berkompetisi di bawah bendera Qatar, termasuk memenangkan medali di Kejuaraan Asia Barat.