"Saya tidak bisa naik kapal Pelni, karena mabuk laut. Jadi katanya uang tidak cukup untuk naik pesawat," ungkap Fitriana, Rabu (1/11/2023).

Akibatnya, Fitriana berpisah dari kontingen Wushu Sulawesi Tenggara di Bogor. Ia kemudian bertolak ke Jakarta dan berupaya menghubungi keluarganya di Muna Barat agar dibantu biaya kepulangannya.

Sebab, sejak awal keberangkatan hingga kepulangan mengikuti Pra-PON dirinya tak diberikan uang saku. Bahkan, baju pertandingan pun digunakan secara bergantian karena keterbatasan anggaran.

Untungnya, Fitriana memiliki keluarga di kawasan Tangerang, sehingga bisa menginap sementara sambil menunggu jadwal pesawat pulang ke Muna Barat.

Berbeda dengan Fitriana, salah satu rekannya yang juga Lolos ke PON Aceh justru bisa pulang naik pesawat ke Kota Kendari. Hal itu pun memantik pertanyaan oleh Fitriana.