Group yang dibentuknya pada akhirnya memang berprestasi. Semangat juang mereka menyala nyala. Saat ikut kompetisi di Kendari, tim-nya berburu sepatu loakan yang modelnya ciamik. Baju juga loakan, biaya kapal pinjam sana sini.
Peserta lain memang lebih keren. "Wah seragam mereka keren, senjatanya keren, semua keren.. " ceritanya.
Di saat kompetisi berlangsung, tim Wakatobi ini menyewa senjata. Ada dukungan dari Pemerintah agar mereka punya senjata sendiri? Tak ada. Ada dukungan 'hore hore' pemerintah? Tak ada. Tapi syukur lah, di tengah keterbatasan, mereka toh tetap juara.
"Kami bangga.. Namun di satu sisi saya merasa sedih karena dukungan pemerintah Wakatobi sangat sedikit. Tim saya bisa jadi merasa menjadi atlit bukan hal yang menggembirakan. Tak ada masa depan sebagai atlit, " sambungnya.
Baca Juga : Mengenal Pisau Binongko
