Mendengarnya berkeluh kesah mengingatkan saya pada kisah lebih banyak atlit yang nasibnya berakhir sedih. Pengurus olahraga, pemerintah, kelompok atau persatuan persatuan olahraga tampaknya punya prioritas berbeda. Mengangkat derajat dan nasib atlit bisa jadi ada di urutan paling bawah.
Atlit yang saya temani berbincang turun di Pelabuhan Wanci. Kisahnya belum tuntas. Tapi saya sendiri sudah terlanjur merasa 'sesak' dengan kisahnya. Semoga di masa mendatang pemimpin-pemimpin kita baik di Wakatobi dan Sultra bisa menjadi bagian dari solusi atlit ini. Bukan malah menjadi masalah. (*)
