Berdasarkan skala instrumental yang diukur BMKG, dampak gempa di Kolaka Timur mencapai skala I hingga II MMI. Sementara itu, di beberapa daerah lainnya, getaran hanya mencapai skala I MMI.
Gempa yang terjadi pada 1 Februari merupakan bagian dari rangkaian gempa sebelumnya. BMKG mencatat bahwa gempa pertama terjadi pada 24 Januari dengan magnitudo 4,9. Sejak saat itu, gempa susulan terus terjadi hingga mencapai lebih dari 146 kali.
BMKG mencatat bahwa sebagian besar gempa yang terjadi di wilayah ini bersumber dari aktivitas tektonik. Aktivitas seismik di Sulawesi Tenggara umumnya disebabkan oleh pergerakan sesar aktif. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Fitrah Nugraha
